Yups saya menyakiti kucing saya, yang satu ini bukan kucing rumah alias hanya kucing kampung yang saya pelihara tetapi saya merawatnya seperti kucing rumah. Saya memang pecinta kucing, jika menurut saya kucing tersebut lucu, imut, dan menggemaskan pasti saya bawa ke rumah untuk saya pelihara. Ada banyak anak buah saya sekarang yang tersebar di mana-mana, tetapi jika mereka saya panggil selalu hadir tidak pernah telat.
Kembali ke topik, Awal cerita pada pagi hari Levi-chan dan Raven-kun bangun dari tidurnya, seperti biasa setiap malam mereka tidur di kamar saya (sekarang bukan kamar saya melainkan kamar mereka, hiks hiks) maka dari itu saya keluarkan mereka, supaya mereka leluasa bermain di luar, mungkin juga mereka mau pup atau pipis kan ya, saya ambil inisiatif seperti biasa saya keluarkan mereka.
Hari itu saya ada wawancara pekerjaan, jadi saya siap-siap mandi, dan sebagainya. Setalah rapih dan hendak berangkat saya membuka pintu saya melihat Levi-chan menatap saya dengan mata berbinar, saya tanya ke dia "Kamu kenapa sayang?" tentu saja dia tidak bisa menjawab pertanyaan saya. Tetapi dia tahu apa yang saya tanyakan, dia meong dan saya lihat kakinya berdarah-darah, untuk sejenak saya berpikir kenapa saya tidak melihat darah sebanyak ini tadi? saya tidak engeh.. waduuhhh,, lalu saya panik dan memanggil adik saya dan berteriak bahwa Levi-chan tertabrak. Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada dia, kakinya (sebelah kiri bagian belakang) berdarah-darah dan bengkak, kukunya terlepas, telapaknya robek... saya hanya spontan teriak dia tertabrak. Dia yang sedang tidur nyenyak bangun dan kaget, saya langsung gendong dia dan memberitahu adik saya unntuk merawatnya. Saya bimbang antara datang ke wawancara apa saya batalin karena dalam hati saya ini semua salah saya, saya yang membiarkan dia keluar rumah. Padahal si Raven gendat yang menjadi sorotan saya untuk dikeluarin. Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat wawancara di Jakarta Pusat.
Singkat cerita, pada saat wawancara saya benar-benar tidak fokus, pembelajaran saya tadi malam baca-baca tentang wawancara hilang semua, ya saya memikirkan Levi-chan yang kakinya terluka. Selama wawancara saya tidak menjawab pertanyaan si pewawancara dengan baik, bahkan dia sering bilang "saya tidak mengerti dengan penjelasannya Syifa" Dalam hati saya "Saya sedang tidak memikirkan wawancara ini saya memikirkan Levi-chan" saya merasa itu adalah salah saya.
Wawancara nya 2 kali dan ada jeda sedikit, saya nangis mengeluarkan air mata apabila memikirkan yang terjadi pada kaki Levi, saya telfon terus adik saya menanyakan keadaannya. Singkat cerita saya ditawarin untuk tidak bekerja sesuai dengan posisi yang saya inginkan, karena saya sedang tidak fokus dan hanya jawab "ya, saya mau" karena saya juga ingin cepat-cepat pulang. Saya ambil job itu dan besok katanya harus interview lagi dan segalanya saya bilang "ya"
Dan jreng jreng akhirnya selesai juga, dari jam 7 sampai jam 2 siang saya meninggalkan Levi-chan dan akhirnya saya bisa melihat dia padahal di perjalanan saya menelepon adik saya terus dan keep asking how is she going. Dan ketika saya pulang dia sedang tidur terlelap di kamar saya seperti biasa, saya cek kakinya saya menangis dan minta maaf kepadanya membuatnya dia cacat seperti itu ya sekarang dia tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya
Blablabla saya teringat dengan hasil wawancara tadi, apa saja yang saya dapatkan. Then I took a breath and tried to remember! dan saya mendapatkan pekerjaan itu hard to do, dan tidak sesuai dengan keahlian saya bahkan saya tidak tahu menahu tentang pekerjaan itu, dan sebenarnya bisa saja belajar dan menambah pengalaman tetapi saya sama sekali tidak tertarik dengan job itu. Setelah pikir-pikir lagi inilah akibatnya kalo hanya bermodalkan "iya" saja pada saat wawancara tadi
Keesokan harinya saya tidak datang untuk wawancara :( padahal kerja di bank loh posisi CC Sales dan gajinya wow untuk saya yang baru lulus SMK kemarin. Salah saya di sini saya tidak konfimasi atas ketidakdatangan saya. Saya merasa bersalah juga, saya rasa saya tidak bertanggung jawab dengan omongan saya dan tidak sopan tentunya, mungkin saja rezeki saya bukan di pekerjaan ini dan Allah menghalanginya melalui Levi-chan
Sekarang saya fokus untuk penyembuhan Levi dulu jika masih sakit saya akan bawa dia ke dokter, I hurted this little catty :'( I'm really sorry my girl. END OF STORY
Thanks for reading my blog
Hari itu saya ada wawancara pekerjaan, jadi saya siap-siap mandi, dan sebagainya. Setalah rapih dan hendak berangkat saya membuka pintu saya melihat Levi-chan menatap saya dengan mata berbinar, saya tanya ke dia "Kamu kenapa sayang?" tentu saja dia tidak bisa menjawab pertanyaan saya. Tetapi dia tahu apa yang saya tanyakan, dia meong dan saya lihat kakinya berdarah-darah, untuk sejenak saya berpikir kenapa saya tidak melihat darah sebanyak ini tadi? saya tidak engeh.. waduuhhh,, lalu saya panik dan memanggil adik saya dan berteriak bahwa Levi-chan tertabrak. Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada dia, kakinya (sebelah kiri bagian belakang) berdarah-darah dan bengkak, kukunya terlepas, telapaknya robek... saya hanya spontan teriak dia tertabrak. Dia yang sedang tidur nyenyak bangun dan kaget, saya langsung gendong dia dan memberitahu adik saya unntuk merawatnya. Saya bimbang antara datang ke wawancara apa saya batalin karena dalam hati saya ini semua salah saya, saya yang membiarkan dia keluar rumah. Padahal si Raven gendat yang menjadi sorotan saya untuk dikeluarin. Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat wawancara di Jakarta Pusat.
Singkat cerita, pada saat wawancara saya benar-benar tidak fokus, pembelajaran saya tadi malam baca-baca tentang wawancara hilang semua, ya saya memikirkan Levi-chan yang kakinya terluka. Selama wawancara saya tidak menjawab pertanyaan si pewawancara dengan baik, bahkan dia sering bilang "saya tidak mengerti dengan penjelasannya Syifa" Dalam hati saya "Saya sedang tidak memikirkan wawancara ini saya memikirkan Levi-chan" saya merasa itu adalah salah saya.
Wawancara nya 2 kali dan ada jeda sedikit, saya nangis mengeluarkan air mata apabila memikirkan yang terjadi pada kaki Levi, saya telfon terus adik saya menanyakan keadaannya. Singkat cerita saya ditawarin untuk tidak bekerja sesuai dengan posisi yang saya inginkan, karena saya sedang tidak fokus dan hanya jawab "ya, saya mau" karena saya juga ingin cepat-cepat pulang. Saya ambil job itu dan besok katanya harus interview lagi dan segalanya saya bilang "ya"
Dan jreng jreng akhirnya selesai juga, dari jam 7 sampai jam 2 siang saya meninggalkan Levi-chan dan akhirnya saya bisa melihat dia padahal di perjalanan saya menelepon adik saya terus dan keep asking how is she going. Dan ketika saya pulang dia sedang tidur terlelap di kamar saya seperti biasa, saya cek kakinya saya menangis dan minta maaf kepadanya membuatnya dia cacat seperti itu ya sekarang dia tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya
Blablabla saya teringat dengan hasil wawancara tadi, apa saja yang saya dapatkan. Then I took a breath and tried to remember! dan saya mendapatkan pekerjaan itu hard to do, dan tidak sesuai dengan keahlian saya bahkan saya tidak tahu menahu tentang pekerjaan itu, dan sebenarnya bisa saja belajar dan menambah pengalaman tetapi saya sama sekali tidak tertarik dengan job itu. Setelah pikir-pikir lagi inilah akibatnya kalo hanya bermodalkan "iya" saja pada saat wawancara tadi
Keesokan harinya saya tidak datang untuk wawancara :( padahal kerja di bank loh posisi CC Sales dan gajinya wow untuk saya yang baru lulus SMK kemarin. Salah saya di sini saya tidak konfimasi atas ketidakdatangan saya. Saya merasa bersalah juga, saya rasa saya tidak bertanggung jawab dengan omongan saya dan tidak sopan tentunya, mungkin saja rezeki saya bukan di pekerjaan ini dan Allah menghalanginya melalui Levi-chan
Sekarang saya fokus untuk penyembuhan Levi dulu jika masih sakit saya akan bawa dia ke dokter, I hurted this little catty :'( I'm really sorry my girl. END OF STORY
Thanks for reading my blog

No comments:
Post a Comment