Materi ini saya dapatkan dari buku MANAJEMEN INSAN SEMPURNA, The Real Secret To Balance Your Life. Saya berbagi apa yang ada pada buku tersebut, semoga bermanfaat ya :)
Sepuluh kebiasaan manusia kreatif hasil studi Roger von Oech yang dikutif Jansen Sinamo
Pertama, suka mencari jawaban kedua. Sekalipun jawaban pertama kelihatannya sudah memenuhi semua keperluan kita, jawaban kedua mungkin memberikan solusi lebih luas dan berkualitas. Atau sebaliknya jawaban kedua justru membuktikan bahwa jawaban pertamalah yang paling tepat. Pada tahap lebih canggih, manusia kreatif tidak hanya gemar mencari jawaban kedua, melainkan gemar mencari jawaban ketiga, keempat, atau banyak jawaban. Kebiasaan mencari multi solusi lebih sesuai dengan hakikat masalah riil yang kita hadapi
Kedua, suka berpikir lunak. Proses berpikir dalam belahan otak kanan berbeda dengan proses berpikir dalam belahan otak kiri. Belahan otak kanan berpikir tanpa memikirkan batasan-batasan dan bersikap lunak terhadap berbagai ide. Sebaliknya, belahan otak kiri berpikir dengan penuh pembatasan dan bersikap keras terhadap ide. Menurut von Oech, proses kreatif terdiri dari dua langkah yaitu pengembangan ide dan penerapan ide. Langkah pertama dilakukan oleh otak kanan, sedangkan langkah kedua oleh otak kiri
Ketiga, suka menggugat aturan. Jika terhadap aturan yang membatasi pilihan, kita harus mencari tahu mengapa aturan tersebut dulu dibuat. Mungkin alasan yang menimbulkan aturan tersebut sekarang tidak lagi ada. Atau mungkin ada solusi yang lebih efektif sekarang yang dulu belum terpikirkan ketika aturan tersebut dibuat. Kemungkinan lain adalah kita bisa setuju dengan aturan tersebut, tetapi sekarang kita tahu ada cara baru untuk mendapatkan hasil dengan dituntun oleh aturan tersebut.
Keempat, suka mencoba kemustahilan. Jangan terburu-buru membuang gagasan yang sepintas lalu tampak mustahil. Jika kita menahan diri, kemudian merenungkan gagasan mustahil tersebut, hal ini dapat memicu pikiran kita menemukan gagasan yang masuk akal. Kebiasaan suka mencoba kemustahilan mampu mendobrak proses berpikir yang sudah mapan.
Kelima, toleran dengan hal-hal yang dilematis. Manusia kreatif sering dipepet oleh masalah dilematis yang secara alamiah akan menghasilkan berbagai gagasan inovatif. Kemampuan ini penting sebab kita sering dituntu untuk menyelesaikan banyak hal dengan sumber daya sedikit. Kebiasaan bersikap toleran dengan hal-hal dilematis membantu kita untuk menggali potensi dari situasi tersebut
Keenam, melihat kesalahan sebagai peluang. Kesalahan bukanlah hal yang perlu ditakuti. Kesalahan adalah cara Allah mengajari kita agar kita melakukan tindakan lebih baik sehingga mendapat hasil yang baik.
Ketujuh, suka humor dan santai. Memang ide kreatif dapat timbul karena desakan situasi, tetapi ide-ide brilian justru lebih banyak muncul ketika kita sedang rileks, santai dan gembira. Ketika kita santai, rileks dan gembira, kita tidak terlalu pusing dengan aturan, kemustahilan, dan kesalahan. Humor adalah situasi penuh sukacita ketika kita memandang situasi serius secara terbalik atau menanggapi situasi keras secara lembut
Kedelapan, suka meninjau dunia luar. Orang-orang yang hanya sibuk melihat ke dalam dapat kehilangan kesempatan mendapat ide-ide bagus di sekitar mereka. Dengan meninjau dunia luar kita dapat menemukan ide baru untu digunakan di dunia dalam kita.
Kesembilan, berani berpikir beda. Kecenderungan menyesuaikan diri dengan mayoritas dapat mematika kreativitas. Ada baiknya sesekali bersikap pro terhadap pendapat yang tidak disetujui oleh mayoritas, walaupun tidak harus secara terbuka di depan forum. Caranya adalah dengan melihat sebuah persoalan dari sisi lain, kemudian memahami perbedaan dan persamaan antara keduanya. Hal ini akan mengkondisikan kita untuk lebih fasih memproduksi pikiran-pikiran kreatif
Kesepuluh, terbuka terhadap gagasan baru. Tanpa sadar kita sering berkata, " saya bukan orang kreatif" Pernyataan ini sering menjadi ramalan yang menjadi kenyataan dengan sendirinya (self-fulfilling prophecy). Potensi kreatif baru akan berkembang manakala kita memberinya kesempatan untuk mencoba hal-hal baru. Oleh karena itu, buka hati dan pikiran. Bersikaplah reseptif, jangan kontrakdiktif. Sambutlah ide-ide baru dengan sikap positif, dari manapun datangnya, termasuk jika ide itu datang dari diri sendiri.
Kelima, toleran dengan hal-hal yang dilematis. Manusia kreatif sering dipepet oleh masalah dilematis yang secara alamiah akan menghasilkan berbagai gagasan inovatif. Kemampuan ini penting sebab kita sering dituntu untuk menyelesaikan banyak hal dengan sumber daya sedikit. Kebiasaan bersikap toleran dengan hal-hal dilematis membantu kita untuk menggali potensi dari situasi tersebut
Keenam, melihat kesalahan sebagai peluang. Kesalahan bukanlah hal yang perlu ditakuti. Kesalahan adalah cara Allah mengajari kita agar kita melakukan tindakan lebih baik sehingga mendapat hasil yang baik.
Ketujuh, suka humor dan santai. Memang ide kreatif dapat timbul karena desakan situasi, tetapi ide-ide brilian justru lebih banyak muncul ketika kita sedang rileks, santai dan gembira. Ketika kita santai, rileks dan gembira, kita tidak terlalu pusing dengan aturan, kemustahilan, dan kesalahan. Humor adalah situasi penuh sukacita ketika kita memandang situasi serius secara terbalik atau menanggapi situasi keras secara lembut
Kedelapan, suka meninjau dunia luar. Orang-orang yang hanya sibuk melihat ke dalam dapat kehilangan kesempatan mendapat ide-ide bagus di sekitar mereka. Dengan meninjau dunia luar kita dapat menemukan ide baru untu digunakan di dunia dalam kita.
Kesembilan, berani berpikir beda. Kecenderungan menyesuaikan diri dengan mayoritas dapat mematika kreativitas. Ada baiknya sesekali bersikap pro terhadap pendapat yang tidak disetujui oleh mayoritas, walaupun tidak harus secara terbuka di depan forum. Caranya adalah dengan melihat sebuah persoalan dari sisi lain, kemudian memahami perbedaan dan persamaan antara keduanya. Hal ini akan mengkondisikan kita untuk lebih fasih memproduksi pikiran-pikiran kreatif
Kesepuluh, terbuka terhadap gagasan baru. Tanpa sadar kita sering berkata, " saya bukan orang kreatif" Pernyataan ini sering menjadi ramalan yang menjadi kenyataan dengan sendirinya (self-fulfilling prophecy). Potensi kreatif baru akan berkembang manakala kita memberinya kesempatan untuk mencoba hal-hal baru. Oleh karena itu, buka hati dan pikiran. Bersikaplah reseptif, jangan kontrakdiktif. Sambutlah ide-ide baru dengan sikap positif, dari manapun datangnya, termasuk jika ide itu datang dari diri sendiri.


No comments:
Post a Comment